Berapa Harga per Kwh Listrik? Cek Daftar dan Ulasan Lengkap Berikut!

Harga per kWh listrik terbaru telah disesuaikan oleh kementerian ESDM. Untuk pelanggan rumah tangga, tarif listriknya adalah Rp1.352 per kWh untuk daya 900 VA dan RP1.444,70 per kWh untuk daya lebih tinggi. Sementara itu, tarif …

Berapa Harga per Kwh Listrik? Cek Daftar dan Ulasan Lengkap Berikut!

jeehaha

Harga per kWh listrik

Harga per kWh listrik terbaru telah disesuaikan oleh kementerian ESDM. Untuk pelanggan rumah tangga, tarif listriknya adalah Rp1.352 per kWh untuk daya 900 VA dan RP1.444,70 per kWh untuk daya lebih tinggi. Sementara itu, tarif daftar listrik untuk pelanggan layanan khusus, bisnis, pemerintah, dan industri berkisar antara Rp996,74 hingga Rp1.644,52 per kWh tergantung golongannya.

Harga per kWh listrik

Cara Menghitung Tagihan Listrik Berdasarkan Harga per KWH Listrik

Agar keuangan rumah tangga lebih terencana, Anda perlu mengetahui perkiraan tarif listrik bulanan sehingga tidak dikagetkan dengan tagihan yang tidak sesuai ekspektasi. Berikut cara memperkirakan biaya listrik per bulan.

  • Ketahui Golongan Tarif Listrik Rumah Anda

Sebelum melakukan penghitungan biaya listrik, pertama-tama Anda harus mengetahui terlebih dahulu tarif listrik di rumah Anda termasuk golongan apa. Di Indonesia, terdapat bermacam-macam golongan tarif listrik berdasarkan daya yang digunakan yaitu 450 VA sampai dengan 14 kVA untuk rumah tangga dan industri kecil atau lebih besar untuk industri menengah dan besar yang menggunakan tegangan menengah dan tinggi. 

Sebagai gambaran, jika Anda termasuk pengguna golongan R-1M/tegangan Rendah (pengguna rumah tangga) dengan batasan daya 451 – 900 VA, maka Anda akan dikenai tarif dasar Rp.1.352 per kWh. Mengetahui golongan tarif listrik sangat memudahkan penghitungan estimasi biaya listrik bulanan.

  • Mencatat Peralatan yang Membutuhkan Listrik

Selanjutnya, buat daftar semua peralatan di rumah yang membutuhkan listrik beserta daya listrik  yang dibutuhkan setiap peralatan. Misalnya, Anda memiliki 1 buah AC dengan daya listrik 700 watt, 1 setrika daya listrik 300 watt, 10 lampu daya listrik 30 watt per 1 lampu, dan sebagainya.

  • Menghitung Penggunaan Listrik Semua Peralatan

Langkah berikutnya adalah memperkirakan berapa lama masing-masing peralatan listrik tersebut digunakan setiap harinya. Misalnya, 1 mesin cuci dengan daya 300 watt digunakan 1 jam setiap hari untuk membilas dan mengeringkan. Maka total daya yang dibutuhkan adalah 300 watt.

Baca Juga  Bingung? Berikut Cara Menggunakan Clamp Meter Untuk Mengukur Arus Listrik

Namun perlu diingat bahwa, mesin cuci tersebut mungkin tidak digunakan setiap hari. Jadi Anda harus membuat penghitungan rata-rata terlebih dahulu. Misalnya Anda hanya menggunakannya 3x seminggu. Karena seminggu ada 7 hari, penggunaan daya listrik untuk 1 mesin cuci per hari adalah sekitar 130 watt. Lakukan hal sama untuk setiap peralatan lainnya yang ada di daftar.

  • Menghitung Keseluruhan Biaya Listrik

Setelah mendapat data penggunaan semua peralatan listrik, jumlahkan semua angka. Misalnya mesin cuci (130 watt) + kulkas (8000 watt) + peralatan lain. Jumlah yang didapat adalah total daya listrik yang dibutuhkan semua peralatan listrik di rumah.

Untuk menghitung biaya listrik, hasil tersebut harus diubah dari watt menjadi kilowatt per hour (kWh). Caranya adalah dengan membaginya dengan 1000. Sebagai contoh, total daya yang dibutuhkan dalam sehari adalah  20.000 watt. Maka, dalam satuan kWh, jumlah tersebut menjadi 20 kWh.

Lalu, kalikan dengan tarif dasar listrik sesuai golongan. 20 kWh x Rp1.352 per kWh = Rp27.040. Ingat bahwa jumlah tersebut adalah tarif listrik per hari. Untuk menghitung tarif per bulan, kalikan 30. Hasilnya adalah Rp811.200. Nah, jumlah tersebutlah yang harus dibayar setiap bulan.

Mungkin, tagihan dari PLN akan sedikit berbeda, bisa lebih besar atau lebih kecil. Hal ini wajar karena kita tidak bisa benar-benar akurat dalam memperkirakan lama penggunaan peralatan listrik di rumah. Tetapi paling tidak, Anda mendapat gambaran berapa biaya yang harus dipersiapkan untuk membayar tagihan listrik pada bulan tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Listrik

Mungkin Anda sering bertanya-tanya kenapa biaya tagihan listrik dapat membengkak. Ada beberapa hal yang berkontribusi pada biaya listrik seperti di bawah ini.

  • Tidak Mencabut Peralatan Listrik
Baca Juga  Inilah! Info Tarif Pasang Baru Listrik, Syarat dan Cara Pasang Tahun 2022

Kebiasaan tidak mencabut charger handphone atau laptop terdengar sepele dan mungkin banyak orang melakukannya. Padahal, hal tersebut bisa berimbas pada meningkatnya tagihan listrik. Lupa atau malas mencabut charger memang tidak akan menaikkan biaya listrik secara signifikan tetapi kebiasaan buruk ini menimbulkan resiko lain yaitu memperpendek usia baterai.

  • Lupa Mematikan Lampu

Seringkali orang lupa mematikan lampu saat keluar rumah. Bayangkan jika lampu tetap menyala seharian padahal tidak ada yang menggunakannya. Tentu tagihan listrik akan membengkak. Apalagi jika ini terjadi tidak hanya pada 1 lampu tetapi semua lampu di rumah.

Jadi, pastikan untuk selalu mematikan lampu ketika tidak digunakan. Saat ini banyak lampu LED yang bisa dioperasikan otomatis melalui aplikasi di smartphone. Anda cukup melakukan pengaturan otomatis agar lampu dapat mati dengan sendirinya pada jam yang diinginkan. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir lagi jika lupa mematikannya.

  • Menyalakan AC Terlalu Dingin

Untuk mencapai suhu dingin, AC bekerja lebih keras sehingga daya yang dibutuhkan pun lebih besar. Selain itu, kerja berat seperti ini berakibat pada rusaknya kompresor AC. Sebaiknya AC dinyalakan pada suhu tidak kurang dari 22 derajat.

Sesekali boleh saja menyalakannya pada suhu di bawah 22 derajat. Namun jika sudah terasa sejuk, naikkan kembali ke angka 22 derajat. Dengan demikian, daya bisa dihemat dan umur kompresor lebih panjang.  Satu lagi, pastikan AC rutin diservice minimal 3 bulan sekali. Kotoran dan debu yang menempel membuat kompresor cepat panas dan membutuhkan daya lebih besar untuk mendinginkan ruangan.

  • Menggunakan Setrika Terlalu Panas

Semakin panas setrika, semakin besar setrika tersebut mengkonsumsi daya. Padahal, tidak semua jenis kain membutuhkan setrika suhu tinggi agar bisa rapi. Jadi, pastikan bahwa suhu setrika disesuaikan dengan jenis baju.

Baca Juga  Macam-Macam Ukuran Kabel Listrik dan Fungsinya

Cara termudah menghemat listrik saat menyetrika baju adalah menggunakan setrika otomatis. Setrika seperti ini bisa mati sendiri saat overheat atau saat suhu panasnya berlebih.

  • Sering Buka Tutup Kulkas

Kebiasaan sering buka tutup kulkas sekaligus membiarkan pintu kulkas terbuka cukup lama (lebih dari 30 detik) ternyata berakibat pada borosnya daya listrik. Perlu diketahui saat dibuka dan ditutup kembali, kulkas membutuhkan daya lebih untuk membuat suhu dingin kembali. Jika hal ini terjadi berulang kali dalam sehari, tentu berimbas pada meningkatnya tagihan listrik.

Untuk berhemat, kurangi frekuensi membuka tutup kulkas. Saat hendak mengambil makanan dari kulkas, pikirkan terlebih dahulu apa saja yang akan diambil sehingga tidak ada yang terlupa.

  • Menggunakan Peralatan Listrik Seharian

Tanpa disadari, beberapa orang sering membiarkan ricecooker, dispenser, atau peralatan lainnya tetap menyala di malam hari (saat mereka tidur dan tidak membutuhkan minum atau makan). Penggunaan peralatan tersebut sebaiknya dihemat misalnya hanya pada saat akan memasak atau menghangatkan nasi sehingga penggunaan daya listrik dapat dipangkas.

Dengan mengetahui harga per kWh listrik, Anda dapat mengetahui kisaran biaya tagihan listrik rumah Anda. Hal ini berguna untuk merencanakan keuangan rumah tangga dengan lebih baik dan melakukan penghematan jika diperlukan. Demikiaan artikel tentang harga per kWh listrik, baca juga artikel cara isi pulsa listrik lewat m banking bca di e tabloid kreasi rumah.

error: Content is protected !!